" Additionally, paste this code immediately after the opening tag: "

Badan Sering Terasa Lemas? Bisa Jadi Ini Penyebabnya!

Rutinitas harian yang super padat memang bisa membuat Moms dan anggota keluarga lainnya mudah lelah. Biasanya kelelahan tersebut menyebabkan badan terasa lemas dan semangat menurun drastis. Banyak orang menganggap remeh gejala badan lemas hingga menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius. Sebaiknya Moms tidak melakukan hal tersebut, ya. Moms wajib mengetahui berbagai penyebab badan lemas supaya bisa mengatasinya dengan cara yang tepat.

Sebelum Moms mempelajari berbagai cara mengatasi badan lemas, yuk cari tahu penyebab badan lemas dan beberapa gejalanya secara cermat!


Mengenal Beberapa Gejala Lemas

Beberapa gejala lemas yang tergolong wajar dan bisa dialami semua orang, antara lain:

●  Badan terasa tak bertenaga usai melakukan aktivitas fisik atau aktivitas psikis dengan intensitas tinggi.

●  Rasa lemas disertai dengan penurunan konsentrasi atau mengantuk.

●  Gangguan lemas akan hilang setelah beristirahat atau tidur selama beberapa saat.


Penyebab Badan Lemas yang Wajar

Moms tak perlu langsung panik jika diri sendiri, si kecil, atau anggota keluarga lainnya sedang mengalami badan lemas. Beberapa penyebab wajar berikut ini bisa menyebabkan badan terasa lemas:

●  Olahraga: Aktivitas fisik berupa olahraga dapat menjadi penyebab badan lemas. Usai berolahraga, kadar gula dalam darah jadi rendah dan cairan badan berkurang sehingga menyebabkan rasa lemas.

●  Dehidrasi: Meskipun Moms sekeluarga tidak sedang melakukan aktivitas, risiko dehidrasi tetap dapat terjadi bila badan kekurangan asupan air. Salah satu gejala dehidrasi yang paling sering terjadi adalah badan terasa lemas seperti tak bertenaga. Hal ini dapat terjadi karena kondisi dehidrasi membuat jantung bekerja lebih keras untuk mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke organ badan. Sebenarnya, masalah dehidrasi sangat mudah diatasi karena Moms sekeluarga hanya perlu mengonsumsi air dalam jumlah cukup dan beristirahat sejenak hingga badan kembali berenergi.

●  Kurang Tidur: Waktu tidur yang kurang juga memicu rasa lemas pada badan karena energi tubuh belum pulih sepenuhnya pasca beristirahat. Oleh sebab itu, waktu tidur yang cukup setiap hari sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan menghindari risiko lemas.

●  Menstruasi: Rasa lemas yang dialami kaum wanita bisa disebabkan menstruasi. Ketika memasuki masa menstruasi, hormon estrogen dan progesteron berada pada level terendah sehingga memicu berbagai gejala, yaitu badan lemas, perubahan suasana hati, pusing, dan nyeri perut.

●  Kehamilan: Selain menstruasi, kehamilan juga membuat para wanita rentan mengalami lemas. Penyebabnya adalah kadar gula darah dan tekanan darah menurun karena badan fokus memproduksi darah untuk kebutuhan calon janin. Selain itu, peningkatan hormon progesteron secara signifikan juga bisa menyebabkan lemas selama hamil.

●  Menopause: Satu lagi penyebab lemas yang menyerang wanita adalah menopause. Penurunan jumlah hormon secara signifikan membuat badan kehilangan energi sehingga merasa lemas.

●  Stres: Serangan stres tak boleh dianggap remeh karena bisa menyebabkan badan lemas dan gangguan kesehatan lainnya. Ada berbagai penyebab stres yang sering dialami banyak orang, antara lain beban kerja berlebihan, gangguan finansial pribadi maupun keluarga, masalah asmara, dan konflik rumah tangga. Lemas akibat stres yang tidak ditangani secara intensif bisa memicu depresi atau gangguan fisik yang dipengaruhi pikiran (penyakit psikosomatis).


Apa yang Membuat Badan Lemas Harus Diwaspadai?


Kondisi badan terasa lemas harus diwaspadai jika disertai beberapa gejala berikut ini:

-  Kulit terlihat pucat, menguning, atau membiru.

-  Detak jantung tidak normal (aritmia).

-  Badan lemas tetapi sulit tidur.

-  Rasa lemas berlangsung berhari-hari dan memperburuk suasana hati meskipun sudah diatasi dengan cara tidur cukup dan mengonsumsi makanan bergizi.

-  Mengalami gangguan kesehatan lainnya, seperti demam tinggi, diare, sakit kepala hebat, atau nyeri perut.

-  Disertai berbagai gejala aneh, misalnya wajah terlihat miring, anggota tubuh kaku, dan intonasi bicara tidak jelas.

-  Diperparah gangguan psikologis, misalnya kecemasan berlebihan, halusinasi, dan depresi.

-  Menyebabkan penurunan kesadaran.


Penyebab Badan Terasa Lemas yang Patut Diwaspadai dan Lekas Diatasi

Badan terasa lemas bisa menjadi sinyal alami yang menunjukkan bahwa tubuh sedang mengalami gangguan serius berikut ini:

●  Sindrom lelah kronis atau Chronic Fatigue Syndrome (CFS): Gangguan kesehatan ini juga dikenal dengan istilah ilmiah Encephalomyelitis myalgia. Sindrom lelah kronis bisa dialami semua orang yang rutinitasnya super padat, terutama kelompok wanita produktif usia 20 hingga 40 tahun.

●  Kadar Gula Darah Rendah (hipoglikemia): Penurunan kadar gula darah hingga di bawah batas normal rentan menyebabkan badan lemas. Gangguan kesehatan ini kerap dialami orang yang kekurangan gizi, orang yang jam makannya berantakan, atau pengidap diabetes yang sedang melakukan diet ketat.

●  Anemia: Kekurangan sel darah merah juga bisa membuat tubuh lemas, pucat, letih, lesu, dan tak bertenaga. Gejala-gejala tersebut terjadi karena tubuh kekurangan oksigen akibat jumlah sel darah merah berada di bawah normal sehingga fungsi organ jadi kurang maksimal.

●  Kadar hormon tiroid rendah (hipertiroidisme): Salah satu penyebab badan lemas yang jarang disadari adalah hipertiroidisme. Akibatnya, badan terasa lemas karena sistem tulang dan otot terganggu.

●  Depresi: Stres yang tidak ditangani secara intensif bisa menyebabkan depresi. Gejala depresi bukan hanya badan lemas tetapi juga menimbulkan gangguan lainnya, misalnya sakit kepala, halusinasi, sikap anti-sosial, kecemasan berlebihan, nafsu makan berkurang drastis, dan penurunan produktivitas.

●  Stroke: Badan lemas merupakan gejala awal yang paling sering dialami pengidap stroke. Oleh sebab itu, Moms harus lebih cermat menjaga diri sendiri dan anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). Lemas akibat stroke bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului gejala lainnya. Orang yang mengalami lemas akibat stroke harus lekas mendapatkan pertolongan medis supaya tidak menyebabkan cacat permanen yang lebih parah.

●  Gangguan Jantung: Penyakit jantung tak selalu identik dengan nyeri dada. Badan terasa lemas secara mendadak juga bisa mengindikasikan penyakit jantung, terutama pada kalangan lansia.

●  Sleep Apnea: Gangguan kesehatan ini membuat seseorang mengalami henti napas beberapa saat ketika tidur. Beberapa gejala sleep apnea adalah badan terasa lemas ketika bangun, kebiasaan mendengkur keras-keras, dan napas tersengal-sengal saat tidur. Bila tidak ditangani secara intensif, sleep apnea bisa berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.

●  Flu: Penyakit yang satu ini juga lazim membuat badan lemas karena sistem kekebalan tubuh sedang melemah sekaligus berusaha membasmi virus penyebab penyakit. Rasa lemas akibat flu akan berangsur-angsur membaik bila pengidapnya mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup.

●  Covid-19: Serangan virus Covid-19 juga dapat menyebabkan badan lemas atau dikenal dengan istilah malaise. Sebenarnya, malaise merupakan respon alami tubuh supaya pengidap Covid-19 beristirahat yang cukup sehingga sel-sel tubuh bisa fokus melawan virus.


Cara Mengatasi Badan Lemas agar Kembali Bugar

Masalah badan terasa lemas tak boleh dibiarkan begitu saja ya, Moms. Sebaiknya Moms harus mengatasi gangguan kesehatan tersebut bila diri sendiri, si kecil, atau anggota keluarga lain sedang mengalaminya. Moms bisa melakukan beberapa cara berikut ini untuk mengembalikan kebugaran dan semangat seperti sedia kala:

Mengonsumsi Makanan Bergizi dengan Porsi Seimbang

Cara mengatasi badan lemas yang paling efektif dan mudah dilakukan adalah mengonsumsi makanan bergizi dengan porsi seimbang. Asupan makanan bergizi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehingga seluruh fungsi organ berlangsung maksimal dan metabolisme tubuh berjalan lancar. Mulai sekarang, Moms harus mengajak keluarga untuk membatasi asupan kalori sesuai kebutuhan pribadi sambil memenuhi kebutuhan nutrisi penting lainnya seperti protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat. Jangan malas mencoba aneka resep makanan sehat baru yang lezat agar mengonsumsi makanan bergizi tidak terasa membosankan.

Berolahraga Secara Teratur

Olahraga teratur sangat bermanfaat untuk mengatasi badan terasa lemas. Aktivitas fisik tersebut akan menstimulasi produksi hormon endorfin yang membuat tubuh lebih berenergi. Tak ada kata terlambat untuk mulai berolahraga, Moms. Kalau selama ini Moms sekeluarga tidak pernah berolahraga rutin, sebaiknya kebiasaan olahraga dimulai dari aktivitas fisik dengan intensitas rendah. Salah satu contoh aktivitas olahraga yang ringan dan cocok untuk semua kalangan usia adalah berjalan kaki di sekitar lingkungan rumah selama 30 menit. Bila kondisi fisik sudah mulai beradaptasi dengan aktivitas olahraga, nantinya Moms sekeluarga bisa mencoba aktivitas olahraga lainnya, seperti jogging, bersepeda, renang, atau olahraga permainan.

Memiliki Waktu Tidur yang Cukup

Semua orang butuh waktu tidur yang cukup agar terhindar dari risiko badan lemas dan gangguan kesehatan lainnya. Jadi, rutinitas sehari-hari tak boleh membuat Moms sekeluarga mengabaikan kualitas tidur. Kebutuhan waktu tidur yang harus dipenuhi berdasarkan rentang usia adalah sebagai berikut:

-  Bayi usia 0-3 bulan: 14-17 jam per hari

-  Bayi usia 4-11 bulan: 12-15 jam per hari

-  Bayi usia 1-4 tahun: 11-14 jam per hari

-  Anak usia 3-5 tahun: 10-13 jam per hari

-  Anak usia 6-13 tahun: 9-11 jam per hari

-  Remaja usia 14-17 tahun: 8-10 jam per hari

-  Dewasa muda usia 18-64 tahun: 7-9 jam per hari

-  Lansia di atas usia 65 tahun: 7-8 jam per hari

Mengonsumsi Air dalam Jumlah Cukup dan Membatasi Asupan Kafein

Cara lainnya yang penting untuk mengatasi badan terasa lemas adalah mengonsumsi air dalam jumlah cukup. Tubuh yang tidak kekurangan air akan terhindar dari risiko dehidrasi. Selain itu, Moms sekeluarga juga harus membatasi asupan kafein menjelang tidur. Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein sesaat sebelum tidur akan memberikan asupan energi tambahan yang mengurangi kantuk sehingga waktu tidur jadi berkurang.

Mengatasi Penyebab Stres dengan Cara yang Tepat

Jangan biarkan stres membuat badan jadi lemas dan menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan lainnya. Stres harus diatasi dengan melakukan beberapa hal ini:

●  Menyelesaikan atau mengatasi penyebab stres agar pikiran jadi lebih tenang.

●  Menjauh sejenak dari penyebab stres, misalnya dengan memutuskan cuti, liburan sendirian, atau staycation.

●  Bercerita dengan orang-orang terdekat yang dapat dipercaya untuk mengurangi beban pikiran.

●  Meluangkan me time dan quality time bersama keluarga supaya merasa lebih rileks dan bahagia.


Mengobati Penyakit Penyebab Badan Lemas

Badan terasa lemas akibat penyakit tertentu hanya bisa diatasi dengan mengobati penyakit tersebut. Proses pengobatan penyakit tak cuma bertujuan mengatasi lemas melainkan juga bertujuan untuk mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius. Jadi, jangan ragu melakukan general check up agar penyakit yang ada dalam tubuh bisa dideteksi sejak dini.


Mengonsumsi Suplemen yang Berkualitas

Rasa lemas yang terjadi terus-menerus juga bisa menandakan bahwa daya tahan tubuh sedang menurun. Gangguan kesehatan ini dapat diatasi dengan cara mengonsumsi makanan bergizi dan suplemen berkualitas agar daya tahan tubuh kembali meningkat. Oleh karena itu, Moms harus teliti memilih produk suplemen yang cocok untuk seluruh anggota keluarga.

Salah satu pilihan suplemen yang siap jadi andalan keluarga adalah Stimuno, produk herbal fitofarmaka yang khasiatnya telah teruji untuk manusia dan sudah terstandarisasi. Komposisi Stimuno terdiri dari tunggal ekstrak tanaman meniran (Phyllanthus niruri) yang diolah dalam bentuk sirup dan kapsul.

Konsumsi Stimuno setiap hari dapat meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah penyakit, dan mempercepat penyembuhan. Varian produk Stimuno Forte cocok untuk orang dewasa maupun anak yang sudah dapat menelan kapsul. Bersama Stimuno, menjaga kesehatan keluarga jadi lebih mudah dan menyenangkan. Yuk, siapkan Stimuno agar seluruh anggota keluarga selalu sehat dan bersemangat, Moms!

Share this article:

Related Articles

Ikuti Social Media kami